HANDLING COMPLAINT
HANDLING COMPLAINT
Penanganan Keluhan Pelanggan Secara Profesional
"Bapak dan Ibu, setiap hari kita bertemu dengan user, tamu, pasien, maupun pimpinan. Tidak semua orang yang kita layani selalu puas. Kadang mereka menyampaikan keluhan karena pelayanan lambat, fasilitas kurang bersih, atau kebutuhan mereka belum terpenuhi.
Yang perlu kita pahami adalah komplain bukan musuh kita.
Justru pelanggan yang mau menyampaikan komplain masih memberikan kesempatan kepada kita untuk memperbaiki pelayanan.
Yang berbahaya adalah pelanggan yang diam, kecewa, lalu tidak pernah kembali menggunakan layanan kita.
Hari ini kita akan belajar bagaimana menangani komplain dengan sikap profesional."
Tujuan Training
Setelah pelatihan ini peserta mampu:
- memahami arti komplain
- mengendalikan emosi
- memberikan respon yang benar
- menjaga nama baik perusahaan
MEMAHAMI KELUHAN PELANGGAN
Jelaskan
Apa itu komplain?
Komplain adalah ungkapan ketidakpuasan pelanggan terhadap pelayanan, fasilitas maupun sikap petugas.
Misalnya:
- Toilet kotor
- Sampah penuh
- AC mati
- Petugas datang terlambat
- Security kurang ramah
- Dokumen terlambat diantar messenger
Semua itu adalah komplain.
Penyebab Komplain
Tanyakan kepada peserta.
"Coba menurut Bapak/Ibu, apa penyebab orang komplain?"
Kemudian jelaskan:
- pelayanan lambat
- komunikasi kurang baik
- pekerjaan tidak sesuai SOP
- kurang ramah
- tidak ada tindak lanjut
Dampak
Jika komplain diabaikan:
- pelanggan kecewa
- perusahaan kehilangan kepercayaan
- kontrak bisa hilang
- nama perusahaan menjadi buruk
SIKAP SAAT MENGHADAPI KOMPLAIN
Ini adalah inti materi.
Tekankan bahwa pelanggan marah bukan berarti kita ikut marah.
Prinsipnya:
1. Tetap Tenang
Tarik napas.
Jangan membalas emosi.
2. Dengarkan
Biarkan pelanggan berbicara.
Jangan memotong.
3. Empati
Contoh:
"Baik Pak, saya memahami ketidaknyamanan Bapak."
Kalimat ini membuat pelanggan merasa didengarkan.
4. Gunakan Bahasa Sopan
Nada bicara lebih penting daripada isi pembicaraan.
5. Fokus pada Solusi
Jangan mencari siapa yang salah.
Cari penyelesaiannya.
METODE L.E.A.R.N
Ini adalah teknik internasional dalam menangani komplain.
L = Listen
Dengarkan.
Jangan menyela.
E = Empathize
Tunjukkan empati.
Contoh:
"Mohon maaf atas ketidaknyamanannya."
A = Apologize
Minta maaf.
Bukan berarti mengakui kesalahan pribadi.
Tetapi menunjukkan kepedulian.
R = Resolve
Lakukan tindakan.
Misalnya:
- panggil petugas
- bersihkan toilet
- hubungi engineering
- koordinasi ke leader
N = Notify
Berikan informasi.
Contoh:
"Pak, petugas sudah menuju lokasi."
Jangan membuat pelanggan menunggu tanpa informasi.
KOMUNIKASI YANG BENAR
Jelaskan bahwa satu kalimat dapat menentukan apakah pelanggan semakin marah atau mulai tenang.
Jangan mengatakan
"Bukan tugas saya."
Karena pelanggan tidak peduli siapa yang bertugas.
Yang mereka inginkan adalah masalah selesai.
"Saya tidak tahu."
Lebih baik katakan:
"Izinkan saya mencari informasi terlebih dahulu."
"Tunggu saja."
Lebih baik:
"Mohon ditunggu sebentar, kami segera tindak lanjuti."
Ingat
Kata-kata yang baik akan menghasilkan pelayanan yang baik.
STUDI KASUS
Ajak peserta berdiskusi.
Kasus:
Seorang tamu mengatakan:
"Toiletnya kotor sekali."
Tanyakan:
Kalau Bapak menjadi petugas, apa yang akan dilakukan?
Biarkan peserta menjawab.
Kemudian simpulkan.
Yang benar:
- dengarkan
- minta maaf
- segera tindak lanjuti
- laporkan ke leader bila perlu
Penutup
Ingat rumus sederhana:
DengarkanEmpati
Solusi
Tindak Lanjut
= Pelanggan Puas

